Kerja Sama Internasional Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Pontianak dan PEKA (Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura) Perkuat Sinergi Profesi dan Kolaborasi
Pontianak – Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas PGRI Pontianak menjalin kerja sama strategis dengan Persatuan Kaunselor (PEKA) Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Penandatanganan kerja sama ini berlangsung pada Jumat, 30 Agustus 2025, di kampus Universitas PGRI Pontianak.
Kerja sama ini bertujuan memperkuat jejaring dan kolaborasi internasional dalam bidang bimbingan dan konseling, khususnya pengembangan kompetensi konselor, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan kualitas layanan konseling lintas negara.
Wakil Rektor I Universitas PGRI Pontianak, Dr. Aunurrahman, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada PEKA yang telah hadir dan membuka ruang kolaborasi bersama Prodi BK. “Melalui kerja sama ini diharapkan tercipta sinergi yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak,” ungkapnya.
Presiden PEKA Malaysia, Datin Dr. Taniza Toha, juga menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari Universitas PGRI Pontianak. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud solidaritas profesi konselor di Asia Tenggara. “Kami percaya kolaborasi ini dapat memperkaya wawasan sekaligus memperkuat profesionalisme konselor dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Dekan Fakultas IPPS, Eka Jaya Putra Utama, M.Pd, turut memberikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini dan berharap sinergi antara PEKA dan Prodi BK dapat diimplementasikan secara nyata.
Kepala UPT Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Pontianak, Dr. Uray Herlina, M.Pd, yang turut hadir dalam acara ini, menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. Beliau menekankan bahwa kerja sama internasional seperti ini akan memperkaya pengalaman akademik sekaligus membuka ruang bagi pengembangan kompetensi konselor di Pontianak.
Pihak PEKA juga menegaskan komitmennya untuk membuka peluang kerja sama seluas-luasnya dengan Universitas PGRI Pontianak. Mereka siap memfasilitasi pertemuan baik secara online maupun offline, serta menghadirkan para ahli atau tenaga profesional sesuai bidang kepakaran yang dibutuhkan dalam kegiatan kolaborasi mendatang.
Ketua Program Studi BK Universitas PGRI Pontianak, Kamaruzzaman, M.Pd, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya membawa Prodi BK menuju level internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara. “Kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk berbagi pengalaman, riset, dan praktik terbaik dalam menghadapi tantangan konseling di era digital dan masyarakat multikultural,” jelasnya.
Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan juga dirangkaikan dengan diskusi panel yang menghadirkan perwakilan Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN Kalbar), trainer konselor dari Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, serta dosen Prodi BK Universitas PGRI Pontianak. Diskusi berfokus pada isu-isu strategis, seperti penguatan peran konselor dalam menghadapi tantangan kesehatan mental, pencegahan kekerasan dan bullying, serta pengembangan layanan konseling berbasis teknologi.
Tak hanya itu, rangkaian kegiatan turut diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan dosen dan praktisi untuk menggali lebih dalam peluang kolaborasi akademik dan praktik profesional. Melalui FGD ini, peserta mendiskusikan strategi peningkatan kualitas layanan konseling serta inovasi program kerja sama internasional yang dapat diimplementasikan secara nyata.
Acara ini dihadiri oleh unsur internal Universitas PGRI Pontianak, yakni Wakil Rektor I, Dekan Fakultas IPPS, Wakil Dekan II, Ketua dan Sekretaris Prodi BK, Kepala UPT Bimbingan Konseling, Ketua ABKIN Kalbar, para Dosen Prodi BK, serta tim Humas Universitas PGRI Pontianak. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan jejaring internasional Prodi BK.
Dengan terjalinnya kerja sama internasional ini, Program Studi BK Universitas PGRI Pontianak berharap dapat memperluas jejaring akademik sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan dan layanan konseling, baik di Indonesia maupun di kawasan Asia Tenggara.
