Fakuktas IPPS Universitas PGRI Pontianak Gelar Seminar Internasional Bersama UniSZA, Perkuat Kolaborasi Akademik Indonesia–Malaysia
Pontianak, 3 September 2026 — Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial (FIPPS) Universitas PGRI Pontianak menyelenggarakan Seminar Internasional bekerja sama dengan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia), Kamis (3/9/2026), bertempat di Aula Hadari Nawawi Universitas PGRI Pontianak.
Seminar internasional mengangkat tema “Reorienting National Consciousness and Shared Cultural Identity Among Indonesia–Malaysia Border Communities Through Transcultural Counseling Grounded in Local Historical Contexts”. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 363 mahasiswa, terdiri atas 333 mahasiswa S1 dan 30 mahasiswa S2.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dekan FIPPS Universitas PGRI Pontianak, Dr. Eka Jaya Putra Utama, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa seminar internasional ini memiliki arti penting karena tidak hanya menjadi ruang pertukaran pengetahuan, tetapi juga membuka kesempatan untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan isu nasional, internasional, serta dinamika hubungan Indonesia dan Malaysia.
Beliau menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi Kalimantan Barat yang secara geografis berbatasan langsung dengan Malaysia dan memiliki kedekatan historis serta budaya dengan wilayah Malaysia.
“Kalimantan Barat secara historis dan sejarah merupakan satu rumpun dengan Malaysia. Ada kedekatan sejarah, budaya, dan masyarakat yang tidak dapat dipisahkan begitu saja oleh batas negara,” ujar beliau dalam sambutannya.
Menurut beliau, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi perguruan tinggi untuk terus membangun ruang dialog dan kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia. Seminar internasional dinilai dapat menjadi wadah untuk melihat berbagai persoalan perbatasan tidak hanya dari perspektif akademik, tetapi juga dari aspek sejarah, budaya, pendidikan, dan kehidupan masyarakat.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini juga membuka peluang yang lebih besar bagi kedua perguruan tinggi untuk mengembangkan kerja sama akademik.
“Seminar ini bisa memberikan peluang membahas isu nasional, internasional dan kedua negara. Kami juga berharap kegiatan ini membuka peluang kerja sama, khususnya joint research antara Universitas PGRI Pontianak dan UniSZA,” ungkap beliau.
Beliau berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan seminar, tetapi dapat dilanjutkan melalui berbagai bentuk kolaborasi konkret, seperti penelitian bersama (joint research), publikasi ilmiah, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan kegiatan akademik lainnya.
Seminar menghadirkan dua akademisi dari UniSZA sebagai narasumber, yakni Dr. Mohd Syaiful Nizam Bin Abu Hassan dan Prof. Ts. Dr. Mohd Khairul Amri Bin Kamarudin. Keduanya memberikan perspektif mengenai kesadaran kebangsaan, identitas budaya bersama masyarakat Indonesia–Malaysia, khususnya komunitas perbatasan, serta pendekatan konseling transkultural yang berlandaskan konteks sejarah lokal.
Kegiatan berlangsung dengan pemaparan materi yang dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Ratusan mahasiswa dari jenjang S1 dan S2 turut mengikuti kegiatan dengan antusias, sehingga seminar menjadi ruang interaksi akademik antara mahasiswa dan akademisi dari Indonesia dan Malaysia.
Pelaksanaan seminar internasional ini menjadi langkah FIPPS Universitas PGRI Pontianak dalam memperkuat internasionalisasi dan jejaring akademik lintas negara. Kedekatan geografis dan historis Kalimantan Barat dengan Malaysia menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi yang lebih erat, khususnya dalam pengembangan penelitian dan kajian mengenai masyarakat perbatasan serta isu-isu sosial, pendidikan, budaya, dan konseling.
Melalui kegiatan ini, Universitas PGRI Pontianak dan UniSZA diharapkan dapat terus memperluas ruang kerja sama dan menghasilkan kolaborasi akademik yang berkelanjutan, sehingga hubungan Indonesia–Malaysia tidak hanya terjalin pada aspek sosial dan budaya, tetapi juga semakin kuat melalui kerja sama pendidikan tinggi dan penelitian.

Workshop menghadirkan berbagai materi yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan menyusun penelitian yang berkualitas. Dedi Irwan, Ph.D. membahas area penelitian, tren riset, serta berbagai pendekatan dan desain penelitian dalam bidang Pendidikan Bahasa Inggris. Selanjutnya, Dr. Dayat, M.Pd. memberikan pembekalan mengenai teknik penyusunan proposal penelitian, laporan penelitian, dan manuskrip ilmiah yang memenuhi standar publikasi.
Dekan Fakultas Bahasa, Seni, dan Kejuruan Universitas PGRI Pontianak, Dedi Irwan, Ph.D., menyampaikan bahwa kolaborasi seperti ini merupakan bagian dari upaya fakultas untuk menciptakan ekosistem akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendorong peningkatan kualitas penelitian mahasiswa.
Pontianak – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa, Seni, dan Kejuruan (FBSK), Universitas PGRI Pontianak sukses menyelenggarakan Seminar Karya Tulis Ilmiah pada 28–31 Juli 2026. Mengusung tema “Berkarya, Berkualitas, dan Bereputasi melalui Optimalisasi Luaran Tugas Akhir Mahasiswa di Era Transformasi Akademik”, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester VI sebagai bagian dari upaya program studi dalam meningkatkan kualitas penyusunan tugas akhir sekaligus menghasilkan luaran ilmiah yang unggul, inovatif, dan bereputasi.
Ketua Panitia, Aqis Yuliansyah, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar ini dirancang untuk memberikan penguatan kompetensi akademik kepada mahasiswa, khususnya dalam menyusun tugas akhir yang memenuhi kaidah ilmiah, memiliki kualitas yang baik, serta berpotensi dipublikasikan sebagai luaran penelitian.
Dekan Fakultas Bahasa, Seni, dan Kejuruan, Dedi Irwan, M.Pd., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan kualitas tugas akhir mahasiswa merupakan salah satu komitmen fakultas dalam mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing. Menurutnya, tugas akhir tidak hanya menjadi syarat akademik untuk menyelesaikan studi, tetapi juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.
Kegiatan seminar secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas PGRI Pontianak, yang mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai sarana memperkaya wawasan, meningkatkan kualitas penelitian, serta menghasilkan karya ilmiah yang bernilai akademik dan memiliki peluang untuk dipublikasikan.
Seluruh sesi berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait penyusunan proposal penelitian, strategi publikasi ilmiah, serta pemanfaatan teknologi AI dalam menunjang proses akademik. Diskusi tersebut diharapkan mampu memperkuat pemahaman mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
Pontianak, Fakultas MIPA dan Teknologi Universitas PGRI Pontianak secara resmi membuka kegiatan Kunjungan Industri Mahasiswa Program Studi Informatika dan Program Studi Sistem Informasi Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Hadari Nawawi Universitas PGRI Pontianak. Kegiatan ini diikuti oleh 42 mahasiswa yang didampingi 10 dosen sebagai bagian dari implementasi kurikulum yang mengintegrasikan pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja.
Pontianak, 20 Juli 2026 – Universitas PGRI Pontianak kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kalimantan Barat melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 10 Pontianak. Melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa, Seni, dan Kejuruan (FBSK), universitas turut memberikan pembekalan kepada peserta didik baru sebagai bagian dari sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah.