Dorong Peningkatan Permohonan KI, Kanwil Kemenkumham Kalbar Gelar Sosialisasi dan Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama
Pontianak-Maraknya kasus pelanggaran Kekayaan Intelektual di Kalimantan Barat, meskipun berakhir damai dan jarang dilanjutkan ke meja hijau, cukup membuktikan kurangnya pemahaman masyarakat tentang perlindungan hukum Kekayaan Intelektua, Kamis (21/04/2022).
Untuk meminimalisir hal tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat melalui Divisi Pelayanan Hukum dan HAM menggelar Edukasi Pencegahan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual yang dilaksanakan di ballroom Hotel Mercure Pontianak.
Kegiatan ini dibuka Plt. Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, Pamuji Raharja mewakili Kepala Kantor Wilayah, serta dihadiri pula Kepala Bidang Pelayanan Hukum, Muhayan, Plt. Kepala Sub Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Krisman Samosir, serta diikuti para peserta yang terdiri dari akademisi dan mahasiswa/i Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Kota Pontianak.
Krisman Samosir selaku Ketua Pelaksana dalam laporannya mengatakan tujuan kegiatan ini agar para peserta dapat memahami makna pentingnya perlindungan hukum bagi karya intelektual yang dihasilkan. Mengingat banyaknya karya tulis yang dihasilkan mahasiswa/i pada sebuah perguruan tinggi, maka dirasa perlu untuk mengetahui upaya pencegahan pelanggaran Kekayaan Intelektual.
Adapun yang melakukan penandatanganan adalah IKIP-PGRI Pontianak, Universitas Muhammadiyah Pontianak, Politekntik Negeri Pontianak, Akademi Perpajakan Panca Bhakti Pontianak dan IAIN Pontianak dengan menghadirkan langsung Rektor/Direktur dari masing-masing perguruan tinggi.
Rektor IKIP-PGRI Pontianak, Rustam Abdul Munif menyambut baik pelaksanaan penandatanganan nota kesepakatan bersama ini.

“Kami sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Kanwil Kemenkumham Kalbar dalam mendorong pendaftaran KI dan memberikan perlindungan hukum terhadap karya intelektual para akademisi dan mahasiswa. Semoga MoU ini dapat segera kita tindaklanjuti dengan aksi,” ujarnya saat ditemui Humas Kanwil Kemenkumham Kalbar
SUKSES LAKSANAKAN PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA BATCH 1, IKIP PGRI PONTIANAK SIAP SAMBUT KEMBALI MAHASISWA PMM BATCH 2 MENDATANG
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menyelenggarakan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Tahun 2021 untuk mendukung program Kampus Merdeka, khususnya pemenuhan hak mahasiswa untuk dapat belajar di luar program studi dan atau perguruan tinggi dimana dia menempuh pendidikan. Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti proses pembelajaran di kampus-kampus perguruan tinggi manapun di Indonesia sebagai bagian dari upaya penguatan dan atau perluasan kompetensinya.
IKIP PGRI Pontianak, tentunya menjadi salah satu kampus yang ikut serta menyukseskan program yang diusung oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan tekologi, Nadiem Anwar Makarim, B.A., M. B. A. Tepatnya pada tanggal 12 November 2021 lalu, IKIP PGRI Pontianak menerima kedatangan 14 Mahasiswa dari berbagai kampus di tanah air untuk mengikuti perkuliahan tatap muka di kampus IKIP PGRI Pontianak. Kedatangan mereka di Bandara Supadio Pontianak disambut langsung oleh Kepala LPPG IKIP PGRI Pontianak, Bapak Bohari, M. Pd, dan tim PMM yang diketuai oleh Ibu Nurmaningsih, M. Pd. Selain mata kuliah yang ada di kampus, Mahasiswa PMM dari luar kampus atau dikenal dengan mahasiswa inbond juga mengikuti kegiatan Modul Nusantara yang merupakan bagian dari program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Kegiatan Modul Nusantara ini berisi 25 kegiatan yang terdiri dari 3 kegiatan Inspirasi, 14 kegiatan kebhinnekaan, dan 7 kegiatan Refleksi serta 1 kegiatan Kontribusi Sosial. Melalui kegiatan Modul Nusantara ini, mahasiswa dikenalkan dengan beragam budaya yang ada di Kalimantan Barat. Kunjungan ke Keraton Kadariyah, rumah radankg, kampung tenun dan lain-lain yang didampingi oleh dosen Modul Nusantara yaitu Bapak M. Iqbal Ripo Putra, M. Pd, membuat mahasiswa merasa senang sekaligus bangga dapat mengetahui dan menghargai budaya di daerah lain.
Selain PT Penerima, IKIP PGRI Pontianak juga berperan sebagai PT Pengirim dan PT Mitra dalam program PMM ini. Sebagai PT Pengirim, IKIP PGRI Pontianak mengutus 17 mahasiswa terbaiknya untuk belajar di kampus luar, yaitu Prodi P. Bahasa Inggris 5 Mahasiswa, Prodi P. Matematika 4 Mahasiswa, Prodi P. Teknologi Informasi 6 mahasiswa, Prodi P. Geografi dan P. Fisika sebanyak masing-masing 1 mahasiswa. Sebagai PT Mitra, IKIP PGRI Pontianak diwakilkan oleh 6 orang dosen pengampu mata kuliah, menjadi Mitra bagi kampus lain yang mahasiswanya ingin belajar secara daring di kampus IKIP PGRI Pontianak dalam mata kuliah unggulan yang ditawarkan oleh IKIP PGRI Pontianak.
Selama kurang lebih dua bulan mahasiswa menempuh mata kuliah di IKIP PGRI Pontianak. Pada tanggal 17 Januari 2022 lalu, IKIP PGRI Pontianak melaksanakan kegiatan Pelepasan dan Penyambutan Mahasiswa Inbond dan Outbond Serta Sosialisasi Kegiatan Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) IKIP PGRI Tahun Akademik Ganjil 2021/2022. Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor 1 menyampaikan pesannya kepada mahasiswa inbond agar jangan pernah berhenti belajar, meskipun kegiatan PMM telah berakhir. Bliau juga memotivasi dan memberikan semangat bahwa mahasiswa PMM adalah mahasiswa terpilih yang harus memiliki jiwa kepemimpinan, sesuai dengan amanat yang dibebankan pada kegiatan PMM ini. Tak lupa sebelum kembali ke daerah asal masing-masing, mahasiwa PMM berkesempatan untuk berpamitan dengan Rektor IKIP PGRI Pontianak, Bapak Rustam, M. Pd., Kons. di ruang kerjanya. Nasehat dan semangat diberikan oleh Beliau, agar senantiasa menjaga silaturahim dan mengambil pelajaran dari apa yang dijalani selama berada di kampus IKIP PGRI Pontianak. “Jadilah orang yang sukses, yaitu orang yang berada pada waktu dan tempat yang tepat.” pesan Bapak Rustam, M. Pd Kons. kepada mahasiswa PMM.
Meskipun telah kembali ke daerah masing-masing, bukan berarti tugas mahasiswa PMM juga berakhir. Mereka akan tetap mengikuti perkuliahan secara daring, karena masih ada Ujian Akhir Semester yang dilaksanakan sampai akhir Januari ini. Kegiatan PMM akan berakhir setelah perkuliahan semester ganjil berakhir untuk semua kampus di seluruh Indonesia yang akan ditutup oleh Ketua Subpokja PMM, Bapak Andi Ilham Makhmud. Beberapa kegiatan Merdeka belajar Kampus Merdeka telah dilaksanakan oleh IKIP PGRI Pontianak diantaranya Kampus Mengajar Angkatan 1, Kampus Mengajar Angkatan 2, Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan 1 dan saat ini yang sedang berjalan adalah Kampus Mengajar Angkatan 3 dan tentu saja, IKIP PGRI Pontianak siap untuk menyukseskan PMM Angkatan 2 mendatang.
PEMAPARAN KEGIATAN PKM IKIP PGRI PONTIANAK TENTANG PEMETAAN DESA PARTISIPATIF DENGAN INOVASI MODEL TRIPLE HELIX DI DESA KUALA DUA KEC. SUNGAI RAYA KAB. KUBU RAYA
Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) terkait pemetaan desa dalam upaya mempercepat pencapaian tujuan pembangunan dinilai mampu menjawab permasalahan yang terjadi di publik khususnya terkait dengan persoalan geografis.
Sejalan dengan hal itu, Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan surat nomor 1463/3835/BPD tanggal 30 Agustus 2021 perihal penetapan dan penegasan batas administrasi dimana hingga tahun 2023 persoalan batas administrasi dipedesaan ditargetkan tuntas.
Oleh sebab itu implementasi informasi geospasial (IG) yang dituangkan dalam bentuk peta perlu didukung pemerintah desa yang inovatif, akan tetapi ketersediaan SDM yang terbatas menjadi permasalahan tersendiri. Dengan adanya PKM Perguruan Tinggi (PT) melalui model Triple Helix serta memperhatikan PP No 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, diharapkan dapat menjadi pemantik tumbuhnya Pemerintah Desa yang inovatif.
Model Triple Helix merupakan bentuk metafora interaksi antara PT (IKIP PGRI Pontianak), Industri/pelaku usaha (IAGI), dan Pemerintah (Balitbang Provinsi Kalimantan Barat, Bappeda Kab. Kubu Raya danPemerintahanDesa Kuala Dua).
Pemaparan kegiatan PKM dihadiri oleh beberapa pihak terkait antara lain: Balitbang Prov. Kalbar, Biro Pemerintahan Sekda Prov. Kalbar, Bappeda Kab. Kubu Raya, DPMD Kab. Kubu Raya, Desa Kuala Dua, dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Kalbar.
Pemaparan Kegiatan PKM dilaksanakan di Gedung Rektorat Lantai 2 dan dibuka langsung oleh Rektor IKIP PGRI Pontianak. Pada intinya Bapak Rustam, M.Pd, Kons selaku Rektor IKIP PGRI Pontianak sangat mendukung kegiatan tersebut dan harapannya bisa terus dikembangkan menjadi pilot project Program Studi Pendidikan Geografi yang senantiasa bekerja sama dengan pemerintah dan unsur pelaku usaha.
Pemaparan Kegiatan PKM juga dihadiri langsung oleh Kepala Balitbang Provinsi Kalimantan Barat Dr. Herkulana Mekarryani S, M.Si, dimana pada kesempatan tersebut beliau menyatakan dukungannya terhadap kerja kolaborasi tersebut agar terus dikembangkan ke seluruh wilayah termasuk wilayah yang sulit dijangkau.
Sasaran kegiatan PKM pemetaan desa partisipatif yaitu wilayah Desa Kuala Dua yang meliputi 4 dusun (Dusun Karya Satu, Dusun Karya Dua, Dusun Keramat Satu, dan Dusun Keramat Dua). Jangka waktu pelaksanaan kegiatan PKM dimulai pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2021. Adapun metode yang digunakan dengan inovasi model Triple Helix (IKIP PGRI Pontianak, Balitbang Provinsi Kalimantan Barat, Bappeda Kab. Kubu Raya, Desa Kuala 2 Kecamatan Sungai Raya dan pelaku usaha IAGI). Hasil kegiatan PKM dengan inovasi model Triple Helix adalah berupa peta administrasi Desa Kuala Dua dan peta tematik berupa peta ikon Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya (Output). Selanjutnya nilai guna yang diharapkan melalui kegiatan PKM ini, yakni mampu meningkatkan mutu pendidikan khususnya Prodi Pendidikan Geografi IKIP PGRI Pontianak serta mengoptimalkan peran para pihak untuk pengembangan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk proses pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM).
Penandatanganan MoU antara IKIP PGRI Pontianak dengan LKP Sinka Education & Training Centre (SETC) dan MoA antara Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni dengan LKP Sinka Education & Training Centre (SETC).
Singkawang, 15 Januari 2022 bertepatan di Aula LKP Sinka Education & Training Centre (SETC) atau sering dikenal dengan Kampung Inggris berlokasi di Jalan. Raya Pajintan RT.02/01-Singkawang Timur, Kalimantan Barat.
Telah dilaksanakan MoU (Memorandum of Understanding) antara IKIP PGRI Pontianak dengan LKP Sinka Education & Training Centre (SETC) dan MoA (Memorandum of Action) antara Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni dengan LKP Sinka Education & Training Centre (SETC).

Penandatanganan MoU langsung ditandatangani oleh Rektor IKIP PGRI Pontianak Bapak Rustam, M.Pd Kons dan Pimpinan LKP SETC Bapak Aria Djalil, PhD.
Untuk MoA Fakultas FBS ditandatangani oleh Dekan FBS oleh Bapak Muhammad Lahir, M.Pd dan Pimpinan SETC.
Dalam kerja sama ini diharapkan memberikan kontribusi antara kedua belah pihak. Melalui kesepakatan ini pula diharapkan terciptanya kelas-kelas unggulan yang dilahirkan IKIP PGRI Pontianak. Kedepan tidak hanya Mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang dilibatkan dalam program ini, tetapi Mahasiswa Program Studi lainnya dalam rangka meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam berbahasa Inggris.
Penandatangan MoU lanjutan kerjasama Antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang dengan IKIP PGRI Pontianak.
Bengkayang, 22 Desember 2021 dilanjutkan secara cerymoni dilaksanakan penandatangan MoU lanjutan kerjasama Antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang dengan IKIP PGRI Pontianak
Ruang lingkup kerjasama ini meliputi pelaksanaan dan pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi
